Hmm. . .
aku bingung dengan pendapat orang tentang masa lalu. . .
Perhatikan kisah berikut ini. . .
Ani dan orang Tuanya.
Datang padaku seorang gadis yang cantik dan menangis padaku dia bercerita tentang masalah keluarganya. awalnya,kami hanya bertemu di jalan dan berbicara sebentar tapi tiba-tiba dia mulai menceritakan masalahnya. . .
jadi begini ceritanya, Ani bingung setelah dia dewasa dia mengetahu bahwa orang tua yang selama ini yang telah membesarkannya ternyata bukan orang tuanya. Dan orang tua kandungnya hanyalah buruh bangunan dan seorang pembantu harian di kompleks tempat ani tinggal. dia menangis apakah dia harus sabar mendengar itu dan menjalaninya seperti biasa atau tidak memikirkan masalah ini serta menganggap itu semua hanyalah mimpi.
Orang tua angkatnya berkata bahwa mereka akan tetap menganggap ani adalah anak kandungnya.
Dan dia minta pendapatku. . .aku hanya dapat berkata " apa ruginya kalau kamu menyadari ini bukanlah mimpi" karena dia menjadi memiliki dua orang tua. Di lain pihak yang Ani berasal dari pertemuan sperma dan ovum dari seoranng pembantu dan buruh. Dan pembantu itu melahirkan ani. serta Orang tua kandungnya mungkin punya alasan kuat yang mempunyai tujuan yang baik untuk memberikan ani kepada orang lain. Sedangkan oran tu angkatnya membesarkan dia hingga dewasa. . .Bukan kita menjadi senang jika mempunyai dua orang tua. Dan masa lalu yang terjadi tidak dapat kita hindarkan. . .
Ani pun berpikir selama setengah sejam dan berkata aku akan menganggap masa lalu mereka adalah bagian dari hidupku, dan aku akan menerima masa lalu itu. . .
Berbeda denganku yang satu ini. . .
Ini kisahnya. . .
Sahabatku ini tidak terima tentang masa lalu pacarnya yang pernah making love dengan mantannya pacar sahabatku ini. pada kasus ini, aku juga sedikit bingung, aku sewndiri pun akan marah kalau ini terjadi padaku. . .aku harus menilai dari sisi subjektifnya bukan objektifnya. . .
aku pun menjelaskan pendapatku bahwa itu hanyalah masa lalu dan kita harus menerimanya. mungkin pacar kita akan memperbaiki dirinya dan lebih jujur pada sahabatku ini. dan mungkin dari pengertian sahabatku ini pacarnya dapat intropeksi diri dari perbuatan yang idak boleh kita lakukan sebelum menikah. . .(anak jakarta zaman sekarang)
Tapi sahabatku ini berbeda dengan Ani, dia tidak mau meneriam dan berkata aku lebih baik melupakannya dan berpura-pura tidak mengetahui masa lalunya.
aku hanya bisa bergumam bahwa dia tidak akan mungkin melupakan masalah ini.
Jadi, orang-orang mempunyai pendapat yang berbeda dengan menanggapi baik atau buruknya masa lalu orang terdekatnya. . .
Tergantung kita bagaimana menanggapinya dan mengambil positip maupun negatif dari masalah tersebut. . .

m’nilai org scra objektif BUKAN subjektif .
ckck !!
Comment by dEe — April 6, 2008 @ 4:13 pm
hehehehe. . .maksud gw itu. . .
maklum gara-gara blok Reproduksi jadi lupa gw
maav dee
Comment by IaM E L M I R A — April 12, 2008 @ 2:40 pm